20 Tempat Wisata Baru di Bali yang Lagi Hits

Halo travelers, Bali memang menjadi salah satu destinasi liburan baik di Indonesia ataupun luar negeri karena keunikan seni budaya serta keindahan alamnya yang kamu bisa temui di setiap tempat wisata di Bali. Di pulau seribu pura ini terdapat banyak tempat wisata yang wajib kamu kunjungi seperti Pantai Kuta, Pura Ulun Danu Bedugul, Pura Besakih, Sukawati, Ubud, Goa Gajah, Tampaksiring, GWK, Pura Tanah Lot, Pura Uluwatu dan Pantai Pandawa. Namun apabila kamu bosan dengan tempat wisata di Bali yang itu-itu saja, berikut kami berikan daftar tempat wisata baru di Bali yang lagi hits yang bisa dijadikan bahan referensi kamu saat liburan di Bali.

1. Desa Pinggan, Bangli

desa pinggan
Desa Pinggan by @mdbakta_kardana

2. Air Terjung Cepung, Bangli

air terjun cepung
Air Terjun Cepung by @blacktoner_5150

3. Danau Tamblingan, Tabanan

danau tamblingan
Danau Tamblingan

4. Hidden Grand Canyon, Gianyar

hidden grand canyon Gianyar
Hidden Grand Canyon Gianyar by @whiteluna__

5. Manta Point, Nusa Penida

manta point
Manta Point by @amanda_suwito

6. Pantai Suluban, Uluwatu

pantai suluban
Pantai suluban by @theycallmedey

7. Air Terjun Kanto Lampo, Gianyar

air terjun kanto lampo
Air Terjun Kanto Lampo by @morenohdaniela

8. Gunung Abang, Bangli

gunung abang
Gunung Abang by @nongklang_road

9. Air Terjun Kroya, Buleleng

air terjun kroya
Air Terjun Kroya

10. Air Terjun Les atau Yeh Mampeh, Buleleng

air terjun mampeh
Air Terjun Les atau Yeh Mampeh by @liznorway

11. Puncak Gunung Batur, Bangli

pncak gunung batur
Puncak Gunung Batur by @harriesmith

12. Pantai Atuh, Nusa Penida

pantai atuh nusa penida
Pantai Atuh Nusa Penida by @nanamartianaprawita

13. Air Terjun Tegenungan, Gianyar

air terjun tegenungan
Air Terjun Tegenungan by @aaronbali

14. Pulau Menjangan, Buleleng

pulau menjangan
Pulau Menjangan

15. Pura Gunung Kawi, Gianyar

pura gunung kawi
Pura Gunung Kawi by @achmadsholeh

16. Pura Lempuyang, Karangasem

pura lempuyang
Pura Lempuyang

17. Taman Tirta Gangga, Karangasem

taman tirta gangga
Taman Tirta Gangga

18. Sambangan Secret Garden, Buleleng

sambangan secret garden
Sambangan Secret Garden by @doyoutravel

19. Vihara Dharma Giri, Tabanan

vihara dharma giri
Vihara Dharma Giri by @putrisyn

20. Yellow Bridge, Nusa Ceningan

yellow bridge nusa ceningan
Yellow bridge by @btarimaskhaa

Semoga artikel kali ini bisa bermanfaat ya buat kamu, dan pesan penting untuk kamu yang suka bertraveling yaitu selalu jaga kebersihan dan hormati dimanapun tempat wisata yang kamu kunjungi. Buat kalian yang bingung dengan jalan-jalan di bali, kalian bisa sewa mobil dengan supir di Kusuma Tour untuk mempermudah mengunjungi tempat-tempat wisata di Bali yang disebutkan di atas.

Pantai Pandawa yang Istimewa

Pulau Bali menawarkan aneka gateaway yang makin lama makin banyak dan indah. Ragam gateaway ini semakin unik dan eksotis. Setelah Pantai Kuta makin terkenal karena lokasinya sangat dekat dengan bandara, yang menjadikan pantai ini tidak lagi ramah dan homy bagi wisatawan yang hendak berlibur, eksplorasi obyek wisata mulai digencarkan. Hingga muncul pantai dan desa terpencil yang menjadi tujuan baru wisata yang memberikan rasa damai dengan suasana yang lebih tenang. Salah satunya adalah pantai Pandawa yang berada di desa Kutuh, kecamatan Kuta Selatan kabupaten Badung. Pantai yang masih tergolong sepi ini merupakan sebuah desa kecil penghasil rumput laut dengan sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelaya.


Pantai ini dikenal juga dengan nama pantai rahasia (Secret Beach) karena letaknya yang tersembunyi di balik dua tebing batu yang membelah jalan. Tebing-tebing ini sangat tinggi dan ditumbuhi dengan semak belukar. Karena keterpencilannya maka akses menuju pantai ini diapit oleh tebing-tebing tinggi yang telah dibuka oleh pemerintah sepanjang 1,5 km.

Penanda pantai ini adalah adanya lima patung pewayangan yaitu Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa yang dipahat di dalam tebing-tebing di sisi kanan jalan berjejer secara berurutan di jalan menuju kawasan pantai sehingga pantai ini diberi nama pantai Pandawa.

Akses menuju desa Kutuh yang menjadi lokasi pantai Pandawa dari Kuta/Denpasar adalah melalui jalan menuju Garuda Wisnu Kencana. Setelah 1 km dari lokasi Garuda Wisnu Kencana belok kiri untuk menuju jalan Nusa Dua/Bali Cliff yang akan membawa anda ke pertigaan dengan rambu-rambu petunjuk yang mengarahkan ke pantai Pandawa. Atau anda bisa bertanya ke masyarakat setempat lokasi pantai ini yang oleh masyarakat sekitar pantai ini sering disebut pantai Kutuh, sedangkan bagi wisatawan asing menyebut pantai ini dengan nama Secret Beach Bali. Disarankan untuk menggunakan kendaraan sewa, travel atau taksi karena akses transportasi umum untuk menuju lokasi ini masih sulit. Pantai ini bisa ditempuh dengan waktu 1 jam perjalanan dari bandara I Ngurah Rai.


Photoright: mocha-locha.blogspot.com

Di sekitar kawasan pantai tersedia hotel-hotel. Selain itu terdapat juga hotel-hotel di kawasan Uluwatu atau Nusa Dua, kawasan yang terdekat dengan pantai Pandawa yang dapat dipesan disini. Makanan dan oleh-oleh kerajinan banyak tersedia di toko-toko di luar kawasan pantai sehingga tempat ini cukup nyaman dan lengkap untuk dikunjungi.

Harga tiket masuk ke pantai ini sangat murah. Anda hanya perlu membayar Rp.2.000,00 per orang untuk wisatawan lokal dan Rp.5.000,00 untuk wisatawan asing yang dikelola oleh penduduk setempat. Harga yang terlalu murah untuk menyaksikan keindahan pasir putih pantai Pandawa. Walaupun harga tiketnya murah, namun kebersihan dan fasilitas yang ada di pantai ini tetap terjaga sehingga sampah di sekitar pantai tidak sebanyak sampah yang ada di kawasan pantai Kuta.

Di pantai yang memiliki pasir putih dan air jernih ini berjejer payung-payung pantai yang menaungi kursi pantai untuk berjemur yang disewakan penduduk setempat dengan harga yang cukup murah yaitu Rp.30.000,00 untuk satu hari. Payung-payung yang ditata rapi dan berwarna senada pasir putih nampak serasi dengan kejernihan air laut yang biru sehingga menjadi obyek foto yang menarik bagi fotografer yang berkunjung ke sini. Landscape pantai yang berada di balik tebing juga menarik para produser film untuk menggunakan keindahan pantai pandawa sebagai latar tempat pengambilan film.


Photoright: initempatwisata.com

Bagi anda yang senang berselancar, pantai ini menawarkan ombak besar untuk anda taklukkan yang berada hanya 10 meter dari tepi pantai. Atau sekedar berenang atau bermain air di tepi pantai yang cukup landai. Tebing-tebing di tepi pantai dapat anda jadikan tempat berteduh sambil menikmati keindahan pantai dan kerseruan pengunjung yang bermain air ditemani sajian es kelapa muda dan sajian jagung bakar dari penduduk lokal. Melihat petani-petani rumput laut bekerja bisa menjadi alternatif kegiatan di tempat ini. Semula pemberdayaan rumput laut ini hanya dilakukan secara tradisional oleh penduduk desa Kutuh sejak tahun 1980-an, namun kini pemerintah setempat telah melakukan kerjasama pembudidayaan rumput laut dengan negara-negara lain seperti Amerika dan Denmark.

Pantai Pandawa bisa dijadikan tempat persinggahan yang menyenangkan selepas kegiatan di obyek wisata Garuda Wisnu Kencana yang tidak jauh dari pantai ini dan kemudian melanjutkan tur pantai ke pantai Green Bowl yang juga berada dekat dengan pantai ini. Bagi yang ingin menginginkan ketenangan, maka pantai Pandawa menjadi rekomendasi pantai yang bisa anda kunjungi. Di sini anda akan melihat lebih banyak wisatawan asing yang mengunjungi pantai ini daripada wisatawan lokal. Lokasi yang terpencil, akses transportasi yang terbatas dan ketenangan suasana lebih disukai oleh wisatawan tersebut agar dapat menikmati suasana dan keindahan pemandangan pantai di depan mata.

Baca juga: info lengkap tempat objek wisata di Bali

Ubud, Kota Terbaik di Asia

ubud kota terbaik di asia
Ubud dinilai membuat kesan luar biasa bagi masyarakat dunia internasional.
Kota Ubud, Bali dinobatkan majalah Conde Nast Traveler yang terbit di Amerika melalui jajak pendapat yang diikuti 25 ribu responden, sebagai kawasan internasional terbaik di Asia (Top City in Asia).

Ubud dinilai membuat kesan luar biasa bagi masyarakat dunia karena keramahan penduduknya dalam menjaga budaya yg dimiliki.

Saat ini, Ubud menempati skor tertinggi mengalahkan kawasan Asia lainnya seperti Bangkok, Hongkong, dan Kyoto, Jepang. Tokoh Ubud, Tjokorda Raka Kerthiasa mengaku kaget dengan penobatan Ubud kota terbaik di Asia ini.

"Ini menjadi cambuk bagi semua masyarakat Ubud, termasuk pemerintah, pengusaha agar terus berbenah diri. Terutama yang mudah untuk dilihat bidang infrastruktur dan lingkungan perlu diperbaiki," jelas pria yang akrab disapa Cok Ibah ini saat dikonfirmasi VIVAnews, Rabu, 3 Februari 2010.

Ini sebagai bentuk promosi wisata Ubud, karena sebelumnya Ubud dijadikan lokasi syuting film Eat, Pray, Love (EPL) yang dibintangi Julia Roberts.

Keramahtamahan merupakan salah satu elemen penarik wisatawan dan hal ini perlu di jaga. "Kita harus mempertahankan senyum org Bali masih sama seperti 20 tahun lalu," kata dia.

Lingkungan kumuh harus dibenahi, jalanan yang macet, serta kerancuan penggunaan audio live music harus dikembalikan ke identitas Ubud.

"Sebagai masyarakat budaya harus dipertahankan dan jangan hanya mengejar karena uang saja sehingga pembangunan menjadi membabibuta," jelas Cok Ibah. Dia berharap, Ubud harus kembali kepada taksu, roh, melalui kegiatan spiritual.

Sumber: viva news

Baca juga: Daftar Tempat Objek Wisata di Bali

Peliatan, Desa Seni Budaya dengan Segudang Seniman di Bali

wisata bali desa peliatan
Desa Peliatan merupakan salah satu daerah tujuan wisata budaya di Bali yang banyak dikunjungi para wisatawan mancanegara maupun nusantara. Para wisatawan yang berkunjung biasanya datang untuk membeli hasil kerajinan rakyat ataupun untuk menyaksikan pertunjukan pagelaran kesenian yang sering kali digelar di desa Peliatan. Desa Peliatan ini letaknya sangat dekat dengan kota kecamatan Ubud yang hanya berjarak sekitar 2 km. Desa ini berada di dalam wilayah Kecamatan Ubud yang termasuk Kabupaten Gianyar. Secara geografis desa Peliatan letaknya membujur dari utara ke selatan dan merupakan desa yang berada di dataran rendah dengan ketinggian sekitar 300 hingga 400 meter di atas permukaan laut.

Untuk menuju desa Peliatan dari ibukota Denpasar hanya berjarak sekitar 22 km dan jarak dari desa ini ke Gianyar hanya sekitar 10 km. Sarana jalan untuk menuju desa ini cukup baik dan lancar serta ditunjang dengan kendaraan-kendaraan umum yang cukup memadai baik kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua.

wisata bali desa peliatan
Desa Peliatan adalah salah satu desa di Bali yang cukup padat penduduknya. Pada saat sekarang ini sebagian besar dari penduduk desa Peliatan sudah tidak memiliki tanah garapan untuk pertanian sehingga kebanyakan penduduknya mengalihkan mata pencahariannya ke sektor yang lain yang lebih memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Hal tersebut dipengaruhi juga dengan pesatnya perkembangan kepariwisataan di Bali, di mana desa Peliatan ini menjadi salah satu daerah tujuan wisata di kabupaten Gianyar yang menonjolkan seni budaya, kerajinan rakyat dan biasanya juga diadakan festival.

wisata bali desa peliatan

wisata bali desa peliatan
Desa Peliatan memiliki potensi yang sangat baik di dalam bidang seni budaya dan merupakan gudangnya para seniman. Seni budaya di desa ini sudah tumbuh dan berkembang dengan suburnya berbagai kegiatan seni, baik seni tari, seni patung, seni ukir, ataupun seni lukis. Sudah banyak yang dihasilkan tokoh-tokoh seniman yang berasal dari desa ini.

Tokoh-tokoh seniman yang piawai dalam seni tabuh yang banyak pengalaman dan sudah terkenal di tingkat nasional maupun internasional, seperti Anak Agung Gede Mandra, I Wayan Gandra, I Wayan Gerindem, dan I Made Lebah yang semuanya tergabung dalam kelompok atau sekeha Gong Gunung Sari Desa Peliatan. Mereka bersama-sama mempunyai cukup andil untuk merangsang para wisatawan mancanegara lebih bergairah datang ke Bali pada umumnya ataupun berkunjung ke desa Peliatan pada khususnya. Wisatawan yang berkunjung, pada umumnya seringkali mereka ingin ikut merasakan seni dan ikut pula berperan sebagai penabuh. Bahkan ada pula wisatawan yang ingin belajar menari dan menabuh dengan kelompok Gong Gunung Sari Desa Peliatan.

wisata bali desa peliatan

wisata bali desa peliatan
Dibandingkan dengan seni lukis, seni ukir, dan seni patung, desa Peliatan juga memiliki potensi yang cukup tinggi. Perkembangan seni lukis maupun seni patung sudah berkembang sejak perkembangan agama Hindu di Bali. Akan tetapi pada waktu itu, seni patung dan seni lukis masih diabadikan hanya untuk keperluan dan kepentingan agama. Dan ketika seniman R. Bonnet yang sempat datang dan menetap di Ubud dengan waktu yang cukup lama. Seniman-seniman Peliatan yang sudah memiliki gaya khas Ubud karena pengaruh pergaulannya dengan R. Bonnet, maka seniman-seniman Peliatan juga terpengaruh dengan gayanya R. Bonnet.

Di antara sekian murid-murid dari R. Bonnet seperti I Wayan Turun, Ida Bagus Made, I Wayan Bawa, dan I Wayan Ayun hingga kini masih tetap menduduki tempat terhormat di kalangan pelukis maupun kalangan pematung di desa Peliatan. Atas jasa R. Bonnet pula, pelukis serta pematung dari desa Peliatan dapat dikenal di kalangan dunia internasional dan kepariwisataan. Selain itu dari kesenian tersebut menjadi potensi yang sangat penting dan berpengaruh di mana desa Peliatan merupakan salah satu desa wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan mancanegara maupun nusantara.

Baca juga: Info lengkap Tempat Wisata di Bali

Mas, Desa Wisata Budaya Kerajinan Ukir-ukiran di Bali

wisata bali desa mas
Desa Mas merupakan salah satu desa wisata budaya yang sudah terkenal sejak dahulu hingga sekarang. Kebudayaan yang dihasilkan di kawasan wisata Desa Mas yang menjadikan desa ini terkenal antara lain kesenian, kerajinan ukir-ukiran, patung, dan lain-lainnya. Letak Desa Mas sangat strategis karena berada pada jalur wisata di Bali sehingga desa ini menjadi salah satu daerah tujuan wisata menarik yang berada di kabupaten Gianyar bagian barat. Di sepanjang jalan Desa Mas banyak ditemui artshop-artshop yang berfungsi sebagai tempat pemasaran produksi hasil kerajinan seperti ukir-ukiran, patung-patung dan bahkan menampung tenaga-tenaga kerja terampil sebagai pemahat, pematung, dan pengukir.

wisata bali desa mas

wisata bali desa mas

wisata bali desa mas

wisata bali desa mas
Desa Mas sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara maupun nusantara. Pada umumnya wisatawan yang berkunjung hanya sekedar untuk melihat-lihat pengrajin yang sedang membuat karya seninya dan ada pula yang membeli hasil industri kerajinan dari masyarakat desa ini. Desa Mas setiap harinya selalu ramai dikunjungi wisatawan karena desa ini terletak pada jalur utama jalan raya antara Denpasar, Ubud, Tampaksiring dan Kintamani. Dari ibukota Denpasar menuju desa ini hanya berjarak sekitar 20 km dan jarak dari Gianyar ke Desa Mas hanya berkisar 10 km, sedangkan dari kota kecamatan Ubud hanya berjarak 6 km.

wisata bali desa mas
Berdasarkan sejarah, asal usul nama Desa Mas masih berhubungan erat dengan kerajaan Majapahit di pulau Jawa. Pada sekitar abad 13 di Bali pada jaman kerajaan Bedaulu di mana saat itu berkuasa rajanya yang bergelar Sri Tapalung atau Sri Gajah Waktra dengan nama kebesarannya yaitu Sri Aji Asta Sura Ratna Bumi Banten. Beliau terkenal dengan keangkuhannya dan kelalimannya. Raja Sri Tapalung memiliki kesaktian dan juga mendapat dukungan oleh Menteri serta Patih-patihnya. Mereka antara lain Pasung Grigis, Gudug Basur, dan lain-lainnya.

Mendengar kerajaan Bedaulu di Bali yang sedemikian rupa keadaannya, akhirnya raja Majapahit yang kedua yang bernama Sri Kala Gemet atau Sri Jaya Negara putra dari Sri Arsa Wijaya atau Prabu Kerta Rejasa Jaya Wardana (raja Majapahit pertama) mengutus patihnya Gajah Mada untuk menyerang kerajaan Bedaulu yang juga didampingi oleh Panglima Perang Arya Damar dan beberapa arya-arya pembantunya. Dalam pertempuran yang sangat sengit antara kerajaan Majapahit dan kerajaan Bedaulu, akhirnya kerajaan Bedaulu mengalami kekalahan. Setelah peperangan tersebut berakhir, beberapa arya-arya yang datang dari Majapahit memutuskan menetap tinggal di Bali untuk membenahi kerajaan Bedaulu dengan situasi yang kacau balau dan porak poranda setelah dikalahkan oleh Majapahit. Arya-arya Majapahit yang menetap tersebut antara lain Tan Kober (nama di Bali menjadi Mas Wilis), Tan Kawur (nama di Bali menjadi Mas Sempur), dan Tan Mundur (nama di Bali menjadi Mas Mega.

Setelah sekian lamanya mereka menetap di Bali dan kerajaan Majapahit mengalami kejatuhannya yang disebabkan oleh situasi dalam negerinya serta pengaruh oleh perkembangan agama Islam. Seorang Brahmana dari Majapahit yang tidak betah lagi tinggal di pulau Jawa, datang ke pulau Bali yang masih kuat ingin mempertahankan agama Hindu yang saat itu didesak oleh pengaruh dari agama Islam. Beliau ini adalah Pedanda Sakti Wau Rauh atau dengan nama lain Dang Hyang Nirartha atau Dang Hyang Dwijendra. Sesampainya di tanah Bali bersama sanak keluarganya dan entah berapa tahun lamanya dengan pengalaman suka dukanya, akhirnya beliau sampailah di desa Mas atas undangan Mas Wilis.

Selama berada di desa Mas, beliau banyak memberikan pelajaran dan pengetahuan baik di dalam bidang agama, sosial, seni budaya dan lain-lainnya kepada Mas Wilis. Setelah Mas Wilis mendalami semua pelajaran dan pengetahuan yang diberikan Dang Hyang Nirartha, lalu mengadakan pediksaan yang oleh Dang Hyang Nirartha diberi gelar Pangeran Manik Mas. Sebaliknya, sebagai bukti bhakti untuk menghormati jasa-jasanya, Pangeran Manik Mas membuat pesraman atau Geria dengan segala perlengkapannya untuk Dang Hyang Nirartha. Demikian pula dengan Dang Hyang Nirartha untuk memperingati kejadian tersebut, beliau menancapkan tongkat tangi (pohon tangi) yang masih hidup dan hingga sekarang ini masih berada di jaba tengah Pura Taman Pule Mas. Sejak peristiwa tersebut, Dang Hyang Nirartha memberikan nama desa ini menjadi Desa Mas. Selain itu juga Pangeran Manik Mas mempersembahkan putrinya yang bernama Ayu Kayuan (Mas Gumitir), dari perkawinannya dengan Mas Gumitir menurunkan keturunan Brahmana Mas yang tinggal di Desa Mas hingga sekarang ini.

Baca juga: daftar tempat-tempat wisata di Bali

Celuk, Desa Kerajinan Perak di Gianyar Bali

wisata bali desa celuk
Desa Celuk merupakan salah satu desa wisata yang terkenal dengan kerajinan perak, yang berada di dalam wilayah Kecamatan Sukawati, Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar. Untuk mengunjungi desa wisata ini sangat mudah dengan kendaraan bermotor karena lokasinya yang tidak jauh dari ibukota Denpasar, hanya berjarak sekitar 8 km menuju arah Gianyar, sebelum sampai pada kawasan Pasar Seni Sukawati. Setelah memasuki wilayah desa Celuk ini maka di sepanjang jalan itu terdapat banyak artshop yang saling berjajar. Hampir seluruhnya dari artshop-artshop tersebut yang memajang dan menjual barang-barang hasil kerajinan perak.

wisata bali desa celuk
Pada umumnya kerajinan perak yang dipajang dan dijual itu diletakkan di dalam rak-rak kaca. Hal itu dikarenakan sengaja untuk dipamerkan sehingga bagi siapapun terutama wisatawan yang lewat dapat melihat barang-barang kerajinan perak tersebut. Oleh sebab itu, kawasan salah satu desa wisata di Bali ini sering disinggahi oleh wisatawan untuk melihat-lihat atau bahkan membeli barang-barang kerajinan perak tersebut. Bila memasuki salah satu artshop, maka kita akan menemukan barang-barang kerajinan dari perak itu yang jenis dan bentuknya beraneka ragam, antara lain perhiasan, peralatan dapur, hiasan-hiasan, dan pajangan. Bentuk-bentuk perhiasan yang terbuat dari perak tersebut banyak macamnya, seperti cincin, gelang, anting, kalung, bros, dan leontin. Sedangkan kerajinan yang berbentuk peralatan dapur beberapa diantaranya adalah sendok, garpu, piring, cangkir, gelas, bokor (yang dipakai umat Hindu untuk tempat banten/sesajen ketika bersembahyang), dan lain sebagainya. Untuk kerajinan perak dengan bentuk hiasan-hiasan dan pajangan, antara lain keris, kipas, miniatur dari alat-alat transportasi (delman, becak, motor, mobil, perahu, dan lain-lain).

wisata bali desa celuk
Barang-barang kerajinan perak yang dijual dan dipajang di dalam rak-rak itu, pada umumnya terdapat label harga yang ditulis di kertas dan menempel pada barang-barang itu. Biasanya harga yang tertera dalam bentuk dollar, namun untuk pembeli wisatawan nusantara akan diberikan harga dengan rupiah. Pada setiap artshop, barang-barang yang dijual itu disusun berdasarkan jenisnya dan terpisah antara kerajinan berbentuk perhiasan, perlengkapan dapur, hiasan atau pajangan. Di dalam rak perhiasan, cincin diletakkan berdampingan dengan gelang, anting, kalung, leontin, dan sebagainya. Begitu pula dengan rak untuk perlengkapan dapur, yang di dalamnya hanya untuk peralatan-peralatan dapur. Sedangkan rak-rak hiasan dan pajangan, dikhususkan hanya untuk kerajinan perak yang bentuknya hiasan dan pajangan. Untuk harga-harga kerajinan perak tersebut sangat bervariasi karena tergantung dari jenis, model, dan besar kecilnya barang tersebut. Harga yang bisa didapatkan paling murah sekitar Rp. 30.000,- dan yang termahal bisa mencapai di atas Rp. 10 juta, yaitu kerajinan perak berupa hiasan atau pajangan yang bentuknya lebih besar.

Berbelanja kerajinan perak di desa wisata Celuk ini ada keuntungannya yaitu walaupun barang-barang yang dijual sudah diberi label harga, setiap pembeli boleh tawar-menawar harga sehingga kadang-kadang bisa mendapatkan barang itu dengan harga separuh dari label harganya. Pemberian harga dollar pada barang-barang yang dijual tersebut sebenarnya untuk memudahkan sebagai patokan harga barang bagi wisatawan mancanegara. Menariknya lagi, kalau berbelanja di desa ini, kita juga diperbolehkan oleh pemilik artshop untuk menyaksikan proses pembuatan kerajinan perak tersebut. Pada umumnya proses pembuatan dan pengolahan perak itu melalui 2 proses yaitu secara tradisional dan secara moderen. Namun ada juga yang membuatnya dengan menggabungkan proses tradisional dengan yang cara moderen.

wisata bali desa celuk

wisata bali desa celuk

wisata bali desa celuk
Pada awalnya desa wisata Celuk ini mulai dikenal sebagai daerah pengrajin perak sejak tahun 1976. Menurut keterangan dari beberapa warga desa Celuk, pada waktu itu hanya ada 3 pengrajin perak di desa tersebut. Mereka membuat kerajinan perak itu, yang kemudian memajangnya di depan rumah. Ketika perkembangan kepariwisataan mulai terasa di Bali dan dengan banyaknya wisatawan-wisatawan yang berdatangan ke Pulau Dewata, akhirnya bermunculan pengrajin-pengrajin perak baru yang mengikuti langkah dari ketiga pengrajin tersebut. Seiring dengan perkembangan pariwisata yang pesat dan banyaknya wisatawan yang berkunjung serta melihat desa Celuk sebagai desa pengrajin perak. Akhirnya warga desa Celuk lainnya yang semula bermata pencaharian sebagai petani beralih menjadi pengrajin perak. Hingga kini hampir seluruh dari warga desa ini hidupnya dari kerajinan perak.

Baca juga: info wisata-wisata di Bali

Kertalangu, Desa Budaya dan Rekreasi Keluarga di Denpasar Bali

wisata bali desa kertalangu
Bali merupakan salah satu tujuan wisata dunia yang menawarkan berbagai fasilitas yang mengesankan berstandard internasional dilengkapi dengan budaya dan adat istiadat yang masih terjaga sampai saat ini, dari sekian tujuan wisata di Bali, Desa Budaya Kertalangu adalah salah satunya yang terletak di Jalan By Pass, Ngurah Rai No. 88X, Kesiman, Denpasar.

wisata bali desa kertalangu

wisata bali desa kertalangu
Desa Budaya Kertalangu tepat berada di lahan seluas 80 hektar terdiri dari bangunan yang dikelilingi sawah-sawah dan kebun yang subur hijau alami, desa ini memiliki pesona alam yang tersembunyi dimana didalamya terdapat Tugu Perdamaian Dunia yang dikelilingi patung toko-toko dunia. Negara-negara independen yang mendukung perdamaian serta symbol-simbol agama dari 9 dunia.

wisata bali desa kertalangu

wisata bali desa kertalangu

Banyak pengunjung datang kesini untuk menikmati suasana alam desa ini bersama keluarga dan teman. Aktifitas yang bisa dilakukan di sini antara lain: menunggang kuda, membuat sabun, menanam padi, tangkap bebek, melukis layang layang, mewarnai patung, mengayam, membuat canang, menari dan melukis diatas kanvas.

Desa Budaya Kertalangu dibuat atas dasar pemikiran bapak Suardhana Linggih pada tahun 2005, penduduk asli yang ingin turut berpartisipasi memajukan industri pariwisata di Bali dengan konsep desa pertama di Bali yang didedikasikan untuk wadah sadar perdamaian, kebudayaan dan hidup berwawasan hijau bagi siapapun di dunia ini.

wisata bali desa kertalangu

wisata bali desa kertalangu
Fasilitas yang terdapat di Desa Budaya Kertalangu ini antara lain: taman kertalangu, sasana budaya, alun-alun, kopi sawah, merpati room, angsa room, genesha park, genesa ArtScience, 3 km area jogging, kolam pancing, plying fox, toko cindramata dan lain lain.

wisata bali desa kertalangu

Untuk bisa sampai di Desa Budaya Kertalangu ini anda memerlukan waktu kira-kira 15 menit dengan jarak tempuh lebih kurang 6 km dari Kota Denpasar.

Sejuk, tenang dan hijaunya persawahan Desa Budaya Kertalangu ini bisa di jadikan salah satu tempat wisata Bali dalam agenda Anda juga sebagai alternatif liburan anda bersama kolega, teman dan keluarga.

Baca juga: info lengkap tempat objek wisata di Bali